PPM, Jakarta – Seiring berkembangnya pembangunan infrastruktur di Indonesia, penggunaan kabel bawah tanah semakin banyak diterapkan pada berbagai proyek, mulai dari kawasan industri, pusat bisnis, hingga kawasan perkotaan. Selain memberikan tampilan lingkungan yang lebih rapi, sistem ini juga menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap jaringan listrik.

Namun, sebelum memilih jenis instalasi ini, penting untuk memahami bahwa kabel bawah tanah memiliki kelebihan sekaligus beberapa kekurangan. Berikut penjelasannya.

Keunggulan Kabel Bawah Tanah

Lebih terlindungi dari faktor eksternal

Kabel yang dipasang di bawah permukaan tanah tidak langsung terpapar hujan, angin kencang, sinar matahari, maupun sambaran petir. Selain itu, risiko gangguan akibat pohon tumbang, kendaraan, atau aktivitas di sekitar jalur kabel juga menjadi lebih kecil. Kondisi ini membantu menjaga kualitas distribusi listrik dalam jangka panjang.

Memiliki umur pakai yang lebih panjang

Karena terlindungi dari berbagai kondisi lingkungan yang ekstrem, kabel bawah tanah umumnya memiliki usia pakai yang lebih lama apabila dipasang sesuai standar teknis. Perawatan rutin juga cenderung lebih minim dibandingkan jaringan kabel udara yang lebih sering terpapar kondisi luar.

Meningkatkan estetika lingkungan

Salah satu alasan utama banyak kawasan modern menggunakan kabel bawah tanah adalah tampilannya yang lebih bersih dan rapi. Tidak adanya kabel yang melintang di atas jalan membuat kawasan terlihat lebih tertata, sehingga memberikan nilai tambah bagi kawasan komersial, perumahan, maupun destinasi wisata.

Kekurangan Kabel Bawah Tanah

Membutuhkan biaya instalasi yang lebih besar

Pemasangan kabel bawah tanah memerlukan proses penggalian, sistem proteksi tambahan, serta material pendukung lainnya. Oleh karena itu, investasi awal yang dibutuhkan umumnya lebih tinggi dibandingkan instalasi kabel udara.

Proses perbaikan lebih kompleks

Apabila terjadi gangguan atau kerusakan, lokasi kabel harus ditemukan terlebih dahulu sebelum proses perbaikan dilakukan. Tahapan ini membutuhkan peralatan khusus dan waktu pengerjaan yang lebih lama dibandingkan perbaikan jaringan udara.

Deteksi gangguan memerlukan peralatan khusus

Kerusakan pada kabel bawah tanah tidak dapat terlihat secara langsung. Untuk mengetahui titik gangguan biasanya diperlukan alat pendeteksi kabel (cable fault locator) dan tenaga teknis yang berpengalaman agar proses perbaikan dapat dilakukan secara tepat.

Memilih Kabel yang Tepat untuk Instalasi Bawah Tanah

Selain mempertimbangkan metode pemasangan, pemilihan jenis kabel juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan instalasi listrik. Kabel bawah tanah harus memiliki spesifikasi yang sesuai dengan lingkungan pemasangan, kapasitas beban, serta memenuhi standar mutu yang berlaku agar mampu beroperasi secara optimal dalam jangka panjang. Menggunakan kabel berkualitas dan melakukan pemasangan sesuai standar akan membantu mengurangi risiko gangguan sekaligus meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan.

Beberapa contoh kabel yang umum digunakan untuk instalasi bawah tanah antara lain NYFGbY, NYRGbY, NYRY, dan NYBY. Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan instalasi:

  • NYFGbY: Dilengkapi Steel Flat Armour (SFA) sehingga cocok untuk instalasi bawah tanah yang membutuhkan perlindungan terhadap benturan dan tekanan mekanis.
  • NYRGbY: Menggunakan isolasi karet (rubber) dengan lapisan pelindung baja, sehingga sesuai untuk lingkungan industri yang memerlukan fleksibilitas dan ketahanan mekanis.
  • NYRY: Memiliki lapisan pelindung kawat baja (wire armour) yang memberikan perlindungan lebih terhadap gaya tarik dan benturan, sehingga cocok untuk area luar ruangan maupun jalur distribusi listrik.
  • NYBY: Menggunakan Steel Tape Armour (STA) sebagai pelindung mekanis dan banyak diaplikasikan pada instalasi bawah tanah, terowongan kabel, serta area dengan risiko tekanan tinggi.

Sebagai mitra resmi distribusi kabel JEMBO, PT Persada Permata Mandiri (PPM) menyediakan berbagai pilihan kabel berkualitas untuk kebutuhan proyek, industri, komersial, maupun instalasi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *